Education Materials
History
Kelas 7: Kerajaan Hindu-Buddha di Asia Tenggara | Kelas 7: Kerajaan Hindu-Buddha di Asia Tenggara |
|
|
|
| Written by Kosasih Iskandarsjah | |
| Friday, 03 October 2008 | |
|
Penyebaran Hindu-Buddha di Asia Tenggara erat kaitannya dengan kegiatan perdagangan antara India dan Cina ratusan tahun sebelum Masehi. Asia Tenggara menempati posisi strategis karena perjalanan darat dan laut antara India dan Cina akan melewati kawasan itu. Hubungan perdagangan berlangsung sejak akhir zaman perunggu. Bukti tertua terdapat di Ban Don Ta Phet, Thailand. Penyebaran pengaruh Hindu-Buddha di Asia Tenggara mengubah pola kehidupan masyarakat di kawasan itu, terutama dalam kehidupan politik, agama, dan sosial. Kehidupan politik mencakup pemerintahan dan pengaturan masyarakat. Kehidupan beragama tercermin dari corak kepercayaan dan tata ibadah. Kehidupan sosial mencakup penataan kelompok dalam masyarakat. Dalam Hindu-Buddha, kedudukan raja amat sakral sehingga tidak bisa disamakan dengan manusia biasa. Raja sudah ditentukan oleh dewa, bahkan raja dapat ditempatkan sebagai anak atau penjelmaan dewa. Kedudukan raja dalam Hindusime diungkapkan dengan istilah devaraja (raja yang menjadi dewa). Dalam Buddhisme raja diungkapkan sebagai cakravartin (penguasa alam semesta). Kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Asia Tenggara:Funan - sekarang Kampuchea, berpusat di Oc-eo - tenggara Pnom Penh (100 - 613 SM) Chenia - sekarang Kampuchea, berpusat di Vyadapura - propinsi Kompong Thom (550 - 800 M) Champa - sekarang Vetnam, berpusat di Indrapura - propinsi Quang Nam (600 -900 M)
Dvaravati - sekarang Thailand, berpusat di Nakhon Pathon - timur laut Bangkok (600 - 1000 M) Khmer - sekarang Kampuchea, berpusat di Angkor - utara Pnom Penh (800 - 1200 M)
Bagan - sekarang Myanmar, berpusat di Bagan - utara Yangoon (1000 - 1200 M)
|
| < Prev | Next > |
|---|
no new