Baterai dapat dibuat dari bahan-bahan dan peralatan sederhana di rumah. Pada prinsipnya adalah menggunakan dua jenis logam yang berbeda pada larutan yang menghantarkan listrik.
Rangkaian video klip yang membahas listrik dan material. Dimulai dengan pengamatan listrik statik, penggambaran listrik sebagai cairan (pertama kali diuraikan oleh Benjamin Franklin), atom dan kelistrikan, serta bahasan konduktor dan isolator.
Karena tidak ada orang yang dapat mengukur suhu suatu benda dengan tepat, maka diperlukan alat untuk mengukur suhu yang dikenal sebagai termometer. Ada banyak termometer, namun cara kerjanya selalu berdasarkan sifat materi yang berubah terhadap suhu, misalnya hambatan listrik, volume, tekanan, ataupun warna. Galileo adalah orang pertama yang membuat alat ukur suhu berdasarkan perubahan volume gas berdasarkan suhunya.
Ilmuwan Denmark, Hans Christian Oersted (1777-1851) mendapatkan bahwa di sekitar penghantar berarus listrik terdapat medan magnet. Pada percobaannya Oersted menggunakan sebuah sumber arus listrik, kawat penghantar, dan jarum kompas. Medan magnet yang terjadi di sekitar kawat penghantar berbentuk lurus dapat ditentukan dengan Kaidah Tangan Kanan Ampere (Right Hand Curl Rule).
Magnet adalah suatu benda yang dapat menarik benda-benda yang terbuat dari besi, baja, dan logam-logam tertentu (nikel dan kobalt). Magnet yang pertama ditemukan berupa batuan di Magnesia (Asia Kecil) dekat Yunani. Magnet juga dapat dibentuk dengan mengalirkan arus listrik pada suatu kumparan (elektromagnetisme).